Sabtu, 22 September 2018

Main ke Semarang


Selepas pulang kerja aku, indri dan wardah bergegas ke Terminal Kampung Rambutan. Kami disana janjian dengan novi untuk explore semarang menggunakan bis Kp.rambutan-solo. Setiba nya di Kampung Rambutan kami mencari bis ke Semarang. Alhamdulillah kami langsung dapat untuk keberangkatan jam 19.30 dengan harga Rp 200.000 dengan tawar-menawar ke calo. Kalau dapat siang biasa nya gak sampe dua ratusan ini harga dua kali lipatnya. Setelah menuju bis ternyata bis nya gak rekomended 😩 gak sesuai harga. Bayangan aku bakalan dapet bis kelas eksekutif, nyaman buat bobo karena lelah bekerja. Tapi memang ekpektasi selalu berbanding terbalik dengan realita. Lebih tepatnya dapet kelas ekonomi banget dan duduk pas deket toilet. Duduknya pas berempat dan dempet-dempetan. Demi bisa sampai semarang dinikmati saja suasana bis dengan perjalanan dua belas jam ini. Mulai dari lirik-lirikan sampai ngetawain apa yang kita dapat ini. Serta berjanji bagian ini gak harus diceritain ke anak cucu tapi tetep aku abadikan di blog ini πŸ˜‚

Tepat pukul 10.00 WITA sampailah kami di daerah krapyak, bis ngaret dua jam dari jadwal karena banyak berhentinya. Panas kota mulai terasa. Keringat karena belum mandi ditambah keringat kepanasan mulai menjalar. Kalau panas gini ingin rasanya ngadem masuk atm ngerasain ACnya yang dingin  banget kaya yang bocor atau nyebur ke kolam berenang yang warnanya tuh biru sejuk gitu. Tapi realitanya kita harus panas-panasan di pinggir jalan πŸ˜ͺ Kemudian kami lanjut naik grab car ke penginapan tepatnya daerah simpang lima. Ternyata di penginapan belum boleh chek in. Kami pun nitip dulu barang lanjut makan dan pergi ke Lawang Sewu. Rekomendasi kalau mau explore kota semarang salah satunya pilih menginap di Simpang lima karena gampang akses mainnya apalagi tujuannya explore kota plus menu makanannya pun banyak pilihan. 

Pertama kami coba Mie ayam Pak Min yang terletak sebelah penginapan kami. Tempat makannya cukup ramai, harga lumayan murah dan yang penting rasanya enak. Setelah itu naik grab ke Lawang sewu. Semenjak ada angkutan online aku sering memanfaatkannya. Alasannya lebih mudah untuk transportasi sih dan AC pasti nyala, lumayan buat ngadem😁

Sebelumnya perna ke Lawang Sewu tapi belum puas explore nya. Kali ini kebetulan sedang ada pameran terkait kemerdekaan jadi lebih banyak informasi kemerdekaan mulai dari foto, lukisan dan kerajinan tangan. Puas banget foto-foto setiap sudut. Semenjak media sosial ngehits setiap sudut itu pasti bisa jadi spot kece. Apalagi lawang sewu dengan seribu pintunya. Bisa dibayangkan berapa ribu foto yang dihasilkan fotografer kalau cari spot di lawang sewu.

Setelah puas keliling-keliling lawang sewu balik ke penginapan buat chek in dan bersih-bersih. Selanjutnya berkunjung ke kelenteng Sam Poo Kong. Sam poo kong buka sampai malam tapi kami cuman liat bentar dan foto-foto karena pengen ngejar sunrise di Mesjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tapi kami lupa kalau settingan jam masih jam Bogor alhasil dapat sunrise nya dijalan sampai MAJT udah gelap πŸ˜… tapi gak apa mesjid kece ini masih bisa di foto kala malam kita pun bisa merasakan sholat magrib di mesjid ini.

Selesai sholat magrib dan keliling mesjid kami cari makan di dekat mesjid dan nemu warung ayam geprek. Uniknya warung ayam geprek ini, pengunjung bebas nambah nasi dan es teh manis di tempat. Karena panasnya kota semarang bikin tenggorokan haus, nemu es teh manis yang bisa nambah sesuka hati itu anugerah banget 😁

Lanjut jalan ke Simpang lima mampir dulu ke Alun-alun. Sama kaya di kota-kota besar, Alun-alun selalu bisa jadi tempat nongkrong anak muda atau wisatawan luar. Keliling-keliling bentar dan dilanjut pulang ke penginapan untuk istirahat  persiapan besok explore destinasi selanjutnya.

Sabtu, 07 Juli 2018

Explore Gramedia Depok


Dulu banget, baca buku itu bukan hobi aku. Karena aku itu bodoh πŸ˜… yah otak gak encer-encer banget lah. Maka baca buku adalah suatu keharusan agar aku engga bodoh. Berawal dari waktu smp, aku udah maksain buat baca buku baik buku pelajaran, novel, komik sampe buku motivasi milik om. Alhasil aku masih bodoh aja πŸ˜‚ yah engga lah, hasil nya itu  aku jadi suka baca.

Toko buku gramedia depok jadi toko buku favorite. Kenapa demikian?? Gak ada alasannya deh πŸ˜… karena toko buku ini lebih gede dari toko buku gramedia yang ada di kota aku kota Bogor πŸ˜‚

Yes GEDE. Yang jadi favorite itu rak buku-buku travelling yang hampir ngehiasin 1/4 dinding bagian kiri gramedia. Aku itu paling betah bertandang di rak buku travelling. Puas banget liat koleksi bukunya. Lebih lengkap dari 2 toko buku gramedia di kota ku.

Dan yang paling favorite pertama itu adalah rak-rak buku bagian kanannya. Hampir 3/4 dinding bagian kanan dihiasin sama koleksi novel-novel baik luar maupun dalam negeri. Apalagi waktu karya nya tere liye terakhir dijual di gramedia. Hampir 1/4 dari bagian rak novel di pajang karya nya tere liye.

Bukan hanya itu kalau koleksi buku-buku islami ada dibagian tengah mulai dari depan sampai belakang. Koleksi buku science, hobi, tokoh dan lain nya juga banyak. Ditambah ada food court di lantai pertama bagian depan kalau kelaparan sebelum dan sesudah hunting buku πŸ˜… kalau mushola ada di lantai basemant.

Secara keseluruhan aku betah di toko buku ini meski harga buku gak perna diskon πŸ˜‚

Sabtu, 21 April 2018

Syura di S(y)urabaya πŸ˜‚


Merencanakan perjalanan selalu menjadi hal yang totalitas aku lakukan.

"kak, jalan yuk. Kemana aja yg penting jalan" ajak indri dan dengan kecepatan tercepat ku balas "kuy"

Semalaman ngebahas kita bakalan ke labuan bajo sampai selesai di cancel gara-gara kita cuman bisa cuti bentar, kalau pilih naik pesawat biayanya gak memungkinkan seperti biasa ada waktu gak ada uang, kalau biayanya di hemat-hemat waktu nya yang gak cukup. realita karyawan yang punya jatah cuti dikit dan manfaatin weekend πŸ˜‚

Hari itu juga seliweranlah kabar citilink buka rute baru yaitu cgk-byi demi apa langsung liat disitusnya dan cari info bookingnya. Ternyata open ordernya dua hari lagi. Setelah nunggu dua hari dan mau booking tetiba tiket langsung abis. Aku merasa tertipu apa mimpi sih?πŸ˜‘

Okai, gak dapet penerbangan banyuwangi bukan suatu problem kita gak bisa kesana. Aku dan indry sudah terlanjur menetapkan banyuwangi sebagai tempat yang akan kami kunjungi. Dan dapatlah tiket kereta senen-gubeng 100 ribu.

Kami barengkat ke surabaya dulu naek kereta lalu ke banyuwangi. Dan gak mau rugi karena dapet ke Surabaya akhirnya kita putuskan buat explore Surabaya dulu seharian untuk sekedar nyicip kuliner atau jalan-jalan.

Tentang kota Surabaya. Hal pertama yang aku ingat tentang Surabaya adalah walikotanya. Dia adalah ibu Tri Risma. Sosok yang mengagumkan dan panutan. Beredar gosip katanya ibu risma itu yang membawa kota surabaya sebagai kota terbaik se Asia loh. Perna juga dapat penghargaan sebagai ideal mother award 2016 yang di adakan di Kairo dan beberapa penghargaan lainnya terkait kota. Itu semua berkat kesuksesannya memimpin surabaya. Dan setelah melihat langsung kota Surabaya menurutku memang bu Risma berhasil menata kota disana. Itu bisa aku rasakan dari fasilitas kota hingga tata kota nya. Di kota cukup rapih ini sih masih perbandingan dengan beberapa kota yang perna disinggahi saja.😁

Setelah sampai Surabaya langsung main ke Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Pahlawan yang berada dibelakang tugu. Masih bawa kerir satu pintu akibat belum dapat penginapan kita pun jalan aja PD. Hari itu banyak gerombolan anak SD sedang berkunjung. Sampai loket nitipin kerir, kita pun jalan bareng gerombolan anak SD dan liat-liat isi museum.

Museum Tugu Pahlawan Surabaya terbagi menjadi dua lantai. Di lantai 1, pada bagian tengahnya ada monumen besar yang menceritakan gigihnya semangat para pejuang saat mereka berada di medan perang.
Di dalam monumen ada benda-benda koleksi memorabilia dari beberapa pahlawan Nasional, seperti HR. Mohammad. Di sini juga terdapat patung peraga yang menceritakan tentang suasana warga di Kota Surabaya saat memdengarkan siaran radio. Siaran ini berisi pidato yang berisi semangat untuk melawan dan menolak ultimatum dari Tentara Sekutu biar arek-arek Suroboyo menyerahkan diri gitu. Di tempat ini juga di tampilkan beberapa foto lama mengenai Kota Surabaya di masa kemerdekaan.

Di sini juga di pajang benda koleksi berupa tiga pucuk bambu runcing. Bambu runcing ini yang disimpan di dalam etalase kaca. Bambu runcing ini adalah cerminan dari semangat juang arek-arek Surabaya untuk melawan tentara sekutu.

Museum Tugu Pahlawan ini juga di lengkapi dengan ruangan yang berisi diorama. Terdapat 4 diorama yang berisi adegan yang menceritakan berbagai kejadian sejarah dan perjuangan arek-arek Suoboyo pada tahun 1945 di Kota Surabaya.

Untuk Lantai 2 terdapat koleksi museum yang memajang foto-foto lama tentang Kota Surabaya, jenis senjata-senjata tempur yang telah dipakai pada masa perjuangan dan ragam benda yang merupakan peninggalan dari Bung Tomo. Yang unik, di tempat ini juga dapat di jumpai koleksi berupa tiruan dari lembaran-lembaran kertas yang berisi tentang ulitimatum dari tentara Sekutu kepada pejuang di Kota Surabaya agar menyerahkan diri dan tidak mengadakan perlawanan.

Di dinding ruangan ini juga terdapat beberapa lukisan yang bertemakan perjuangan. Di lantai 2 ini juga terdapat dua ruangan yang isinya berupa diorama-diorama dari perjuangan arek-arek-suroboyo. Dan hebatnya diorama ini bisa diperagakan dengan enam bahasa salah satunya bahasa indonesia, inggris dan malaysia.

Menurit pribadi Museum Pahlawan adalah museum terbaik dari beberapa museum yang pernah dikunjungi.

Terakhir di Surabaya bisa berkunjung ke acara Mlaku-mlaku nang Tunjungan pada malam hari. Sebuah acara tahunan mengenai peragaan beberapa hasil UKM di sepanjang jalan Tunjungan. Enaknya aku bisa menyicipi makanan khas Surabaya dan hasil kerajinan serta seni daerah. Ibarat mendayung dua tiga acara terjamah 😁