Senin, 05 Januari 2015

Berlibur menikmati Keindahan Curug di Gunung Salak Endah (GSE)



Gunung Salak Endah atau GSE merupakan salah satu obyek wisata curug di Bogor. Terletak di kabupaten bogor kp. Gunung sari. merupakan daerah kaki gunung salak. Warga Bogor menyebutnya Gunung Bunder.
Pagi hari tepat pukul 06.00 WIB aku dan dua adik-adikku berangkat menuju GSE. Kami berangkat saat libur natal kamis 25 desember 2014. Pagi itu jalan masih terlihat sepi. Udara pun masih dingin dan berembun akibat semalam hujan. Kami berangkat menggunakan mobil melalui cipaku-gn.batu-laladon-cikampak. Sesampainya dicikampak kami belok kanan ke arah jasinga setelah sampai dipertigaaan kami menemukan petunjuk jalan ke GSE. Untuk menuju GSE kami belok kiri dari pertigaan tersebut sekitar 6KM menuju GSE. Sepanjang jalan yang terlihat adalah pepohonan hijau, pohon bambu dan sawah yang membentang. Sesekali kami berpapasan dengan angkot no 52 mungkin angkot ini bisa jadi alternatif menuju GSE. setelah mengikuti jalan yang menanjak kamipun sampai di gerbang Gunung Salak Endah. Untuk masuk ke GSE kami membayar uang masuk seharga Rp. 25000 untuk mobil dan 3 orang penumpang. Memasuki gerbang pintu masuk kami melanjutkan perjalanan untuk mencari curug. Didalam banyak terdapat rumah warga penghuni setempat.

Curug pertama yang kami kunjungi yaitu curug cigamea. Curug terindah dan termudah aksesnya. Untuk masuk mengunjungi curug cigamea pengunjung cukup membayar Rp. 8000. Kawasan curug cigamea bersih dan rapih. Jalan didesign menuju curug tidak licin dan terdapat pegangan tangan. Sepanjang jalan dari pintu gerbang sampai curug terdapat warung-warung makan, villa dan kolam pemandian, spa serta terapi ikan. 
Kawasan curug cigamea sungguh menyejukkan. Hamparan dedaunan hijau dari pepohonan serta dua curug indah mengalir didinding perbukitan. 

Ada pula fasilitas flying fox menuju curug. Untuk mencoba flying fox ini pengunjung cukup membayar Rp. 25000/orang. Gemerecik air pun terdengar dipemberhentian jalan menuju curug.

 Lingkungan yang bersih dan air yang bening menghiasi curug ini. Tak mau momen ini hilang kami pun mengabadikan curug ini dalam kamera digital merk olympus.
selfie sukaesi dulu..hhe

Setelah puas berfoto dan bermain air, kami memutuskan untuk mengunjungi curug berikutnya. Tujuan kami berikutnya adalah curug seribu.

Curug seribu merupakan curug terbesar di GSE dan tak kalah indah dari curug cigamea. Kamipun naik ke mobil dan menanyakan ke tukang sopir akses ke curug seribu. Tapi kekecewaan yang kami dapatkan. Ternyata kita kesiangan untuk menuju curug seribu karena curug tersebut tutup pukul 2 siang. Alhasil kami pun mencari curug lain.
Disepanjang jalan kami menemukan curug pangeran.


Karena parkiran penuh kami putuskan untuk mencari curug lain. Curug ngumpet II pun kami lewati karena kami tidak menemukan parkiran. Akhirnya berjalan hingga ujung kami menemukan curug ngimpet 1.

Kami pun masuk dengan tiket sebesar Rp 5000/orang. Curug nya sangat dekat dengan pintu masuk tak kalah dingin dan bening airnya. Sejam melepas lelah dan berfoto dicurug ngumpet.
setelah dzuhur kami pun turun dan memutuskan untuk pulang :)

Rabu, 29 Oktober 2014

Trip Dieng 18-19 Oktober 2014




Tepat bulan agustus 2014 muncul undangan untuk bergabung di trip dieng 18-19 oktober 2014 yang diselenggarakan oleh mba yayah rohayah. Lebih tepatnya sih mengunjungi kampung halaman mba yayah. Dieng yaitu lokasi wisata dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk lokasi Kabupaten Banjarnegara serta Kabupaten Wonosobo. Letaknya ada di samping barat kompleks Gunung Sindoro serta Gunung Sumbing. Kebetulan sekali ketika itu aku sedang ingin jalan-jalan. Tanpa berfikir panjang akupun langsung mengkonfirmasi keikutsertaan dan membayar lunas registrasi. Budgetnya pun murah Rp. 350.000 sudah dapat penginapan, makan dan berkunjung ke 10 wisata yang ada di daerah wonosobo.

Aku berangkat jumat pukul 16.30 WIB dari terminal Kampung Rambutan menggunakan bus exsecutif Sinar Jaya jurusan Kp. Rambutan-Wonosobo bersama 6 peserta dari bogor yaitu 4 wanita mba halida, Resti, yuni dan aku serta adik mba halida mas arif dan putra mba halida aa fatih. Perjalanan menuju terminal mendolo wonosobo ditempuh selama 12 jam. Terminal Mendolo merupakan titik kumpul para peserta dieng trip. Trip ini diikuti kurang lebih 35 peserta dari berbagai daerah mulai dari medan, bogor, jakarta, semarang, yogyakarta hingga kalimantn.  Tepat adzan subuh kami sampai diterminal Mendolo. Udara dingin dan suasana sepi menyambut kedatangan kami. Ada suasana yang berbeda diterminal ini. Hiruk pikuk terminal tidak aku jumpai disini, bahkan toiletpun masih tutup padahal sudah jam 05.00 WIB.  Kami bergegas sholat subuh dan menanti peserta lain. Satu persatu peserta berdatangan. Kamipun saling berkenalan. Sebelum berangkat ke homestay kami sarapan terlebih dahulu menyicipi salahsatu menu sarapan di wonosobo yaitu sega megana dan tempe kemul. Sega megana rasanya enak, gurih dan ada sayurannya. Dan kalau tempe kemul dinamakan kemul karena tempe dikemuli atau diselimutu banyak terigu. 

Selanjutanya perjalanan menuju homestay ditempuh menggunakan bus ¾ berwarna oranye menyala dan pink. Setelah sampai homestay kami disambut oleh penyelenggara trip mba yayah dan pemilik homestay.
Trip pertama dimulai dengan mengunjungi curug sikarim yang berada di desa sendangsari. Setelah beristirahat dan menyicipi jamuan pemilik homestay kami berangkat menuju curug sikarim menggunakan bus. Panorama perkebunan dan bukit yang hijau menemani perjalanan kami.  Serta Jalan terjal, menanjak dan berkelok harus kita tempuh untuk mencapai curug. 

Desa SendangSari
Asri dan sejuknya alam wonosoba masih bisa kurasakan setelah sampai di curug. Sungguh indah alam ciptaanNya, hatipun tak luput untuk bersyukur dan berkata “maka nikmat Tuhan yang manakah yg engkau dustakan”.

Perjalanan dilanjutkan menuju telaga menjer. Pipa besar yang membawa air untuk dialiri ke seluruh pelosok desa sendangsari terlihat jelas sepanjang jalan. Setibanya ditelaga  kami beristirahat sejenak sambil menikmati makan siang. Salah satu menu makan siang adalah ikan teri yang kepalanya menyerupai kepala buaya yang berasal langsunng dari telaga menjer. Rasanyapun enak dan garing membuat aku ketagihan untuk nambah..hhi

Telaga Menjer. Terletak di ketinggian 1400 mDPL. Di sini kita bisa naik perahu mengitari telaga,menikmati sejuknya udara pegunungan. Seperti biasa, sesi pendokumentasian tak perna dilupakan ditrip kami. Setiap tempat dan moment tak lupa kami abadikan di kamera kami.
Perjalanan dilanjutkan kelokasi tubing. Kami bertubing ria hingga sore hari. Tubing adalah permainan air seperti arum jeram tetapi bedanya arum jeram dengan tubing adalah berarus kecil dan menggunakan ban. Setelah tubing selesai kami melanjutkan makan di rumah makan mie ongklok. Setelah selesai kami pulang ke homestay dan bersiap mendengarkan penampilan seni karawitan dari warga setempat dan travel writting dengan pemateri kang Gol A Gong salah satu penulis terkenal yang sedang melakukan literasi jawa. Setelah selesai kamipun beristirahat sampai jam 03.00 WIB dan bersiap untuk trip hari esok.
travel writting with Gol A Gong
Trevel Writing with Gol A Gong

Tepat pukul 02.30 WIB kami semua dibangunkan dan bersiap untuk melakukan perjalanan menuju Bukit Sikunir. Perjalanan ditempuh selama satu jam menggunakan bus. Kami sampai berbarengan dengan adzan subuh. Hawa dingin terasa hingga ke seluruh tubuh kami. Pakaian dingin lengkap kami gunakan karena mengingat wonosobo yang cukup dingin. Sebelum mendaki bukit kamipun sholat subuh di musola terdekat. Pendakianpun kami lanjutkan, banyak jasa ojeg yang menawari kami untuk mencapai kaki bukit. Karena penasarannya aku dan kawanku untuk mendaki bukit, akhirnya ku tolak permintaan para ojeg tersebut. Setengah jam kami mendaki bisa kami bayar dengan keindahan puncak sikunir. Aku kira tak sempat melihat sunrise, ternyata setelah bersabar dan mendaki bukit satuya . ku temukan sang mentari merah kekuningan mengintip dicelah-celah awan bersiap naik keperaduannya untuk menyinari kota ini..
Sunrise At Sikunir

Subhanallah “maka nikmat Tuhanmu yang mana kah yang engkau dustakan”
Tak ketinggalan selfie selalu menemani perjalanan kami..

Tak ingin kalah kami penasaran untuk mencoba bukit disebrangnya..
Dan..
Bukit Sikunir

Akhirnya kutemukan kembali  keindahan wonosobo dari bukit sikunir..
Perjalanan kami lanjutkan menuju telaga warna dan komplek candi arjuna dan kembali ke homestay pukul  13.00 dan bersiap untuk pulang. Sebelum pulang kami mapir dulu ke rumah mba yayah untuk makan siang dan berburu oleh-oleh khas dieng wonosobo.
Komplek Candi Arjuna

Telaga Warna

selesai

Minggu, 14 Juli 2013

perubahan itu bertemu SAHABATku

Berawal dari pertemuan di Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA PGRI 1 Bogor..
Aku dipertemukan dengan seseorang yang berpengaruh dalam perubahanku saat ini. Aku kira tidak akan mendapatkan sesuatu dari SMA ini.. saat itu, dia yang kini menjadi sahabatku mengajakku untuk bergabung dengan organisasi yg tak perna aku sukai ROHIS.. sudah sedari SMP aku diajak bergabung dengan organisasi seperti ini tp tak ada sedikitpun keinginanku untuk ikut aktif baik dalam organisasi ataupun acara-acara yg diselenggarakan.
Aku pilih ikut pecinta alam karena kecintaanku pada alam. aku suka camping, pergi ke gunung. sementara sahabatku ini memilih ROHIS..
Seiring berjalannya waktu, ada ketidaknyamanan yang aku rasakan dengan teman-teman di pecinta alam. Salah satunya ibadah yang tidak diutamakan. Akhirnya akupun jarang mengikuti bahnkan tidak bergabung lagi dengan organisasi ini. Dan dari situ mulailah sahabatku ini mengajakku untuk bergabung dengan ROHIS.
ahh, malas rasanya untuk bergabung dengan organisasi keislaman karena waktu tu aku memang tidak menyukai islam. sahabatku ini rajin sekali megajakku untuk mengikuti acara-acaranya mulai dari rapat, silaturahim dan kajian di Forum Keputrian.. hmmm..aku rasa ini acara yang membosankan.. lebih baik aku mendaki gunung, jalan-jalan atau pergi ke pantai #fikirku dulu
Karena rasa tak enak akhirnya aku ikuti ajakan sahabatku ini..
alhamdulillah.. dan ternyata dari sinilah aku mulai mengenal islam. Ketika itu dalam acara Forum Keputrian sedang membahas tentang "HAID" ternyata islam itu detail hingga hal-hal kecilpun dibahas. Dari pertemuan awal ini aku mulai tertarik dengan bahasannya dan ingin ikut lagi diminggu kedua.. karena pertemuan-pertemuan inilah aku mulai ingin tahu tentang islam, untuk apa aku hidup dan apa sebenarnya yang aku cari..
Kecintaanku semakin bertambah pada Allah, islam..
sahabatku perna berkata "kata abangku dineraka nanti pergelangan tangan wanita akan dibakar seperti kayu jika wanita tidak menutupinya" inilah motivasi kami untuk menggunakan manset..
sering kita bercengkrama mengenai penampilan akhwat karena cita-cita kita menjadi akhwat shalihah yang menutupi kepalanya dengan jilbab, mengulurkan jilbab didadanya dan menggunakan baju yang longgar dan tidak ketat biasa disebut pakaian takwa.
Kami sering berdiskusi tentang fiqh, akidah, problema umat.
dan ditengah-tengah kehidupan masa-masa SMA yang penuh dengan canda tawa, pergaulan remaja, kami mengisinya dengan belajar islam, datang ke majlis-majlis, bakti sosial dll
Kamipun termotivasi untuk setiap hari membaca Al-qur'an hingga kami membeli Al-quran pribadi dengan tabungan kami. aku warna pink dan sahabatku ini warna hjau toska yang lengkap dengan terjemahan.
setiap datang ramadhan kami berlomba-lomba melakukan kebaikan, peninggkatan ibadah hingga itikaf.
dan dipenghujung masa SMAku kami berdua diajak untuk mengikuti MENTORING...
Dan ketika ku refresh ulang kehidupanku.. ternyata dari awal Allah sudah menunjukkan sesuatu padaku.
Dan akhirnya, pertemunku dengan SAHABATku ini spesial hingga pada bangku kuliah berjuang bersama sebagai AKTIFIS DAKWAH dan akupun tak tahu setelah ini rencana seperti apalagi yang Allah siapkan untuk kami..
Dalam tulisan berikutnya akan aku kenalkan sahabat terbaikku itu :)